Parah Suer Dua Tersangka Dwelling Time di Belawan Dibekuk

493 views

Dua orang ditetapkan menjadi tersangka terkait msumberah dwelling time di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara. Mereka disangka meperbuat pemerasan, jadi membikin waktu tunggu bongkar muat kapal menjadi lebih lama.
Penangkapan itu, diperbuat tim Mabes Polri, yang dibentuk atas instruksi Presiden Joko Widodo.
“Di Sumatera Utara (Belawan) telah ditangkap. (Sangkaannya) pemerasan,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian, di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu, 5 Oktober 2016.
Tim ini dibentuk, seusai Presiden menyoroti waktu tunggu di Pelabuhan Belawan, yang dikualitas terlalu lama sebab mencapai 6-7 hari.
Modus kedua tersangka ini merupakan meminta uang sebagai kompensasi mempercepat proses pembongkaran barang. Seusai ada pembayaran dengan cara ilegal ini, baru barang dapat dikeluarkan dari pelabuhan.
“Ada oknum petugas,” lanjut Tito.
Tetapi Tito tak membahas instansi petugas tersebut bekerja. Kapolri berjanji bakal memerintahkan Humas Mabes Polri untuk memberbagi penjelasan resmi Kamis besok, 6 Oktober 2016.
Menurut Tito, tim itu baru bergerak di Belawan. Tapi ke depannya, pelabuhan lain semacam Tanjung Perak di Surabaya, Soekarno Hatta di Makassar, serta Tanjung Priok di Jakarta, juga bakal masuk pantauan.
Dalam permasalahan ini, Tito mengungkapkan kemenyesalan negara yang ditimbulkan oleh perilaku kedua tersangka ini tak tidak sedikit. Hanya berbagai juta. Walau begitu, apabila dibiarkan berjalan lama, jumlahnya pun semakin membesar.
Tito juga mengungkapkan Polri bakal mendalami permasalahan ini untuk mengenal ada tidaknya pihak lain yang terlibat dalam meperbuat pemerasan kepada pemakai pelabuhan.
Sebelumnya dikabarkan, pada pertengahan September lalu, Presiden telah memberi tenggat waktu satu bulan supaya otoritas pelabuhan mengurangi msumberah jadi dwelling time dapat lebih cepat.
“Kalau seandainya terbukti enggak jalan, kita bakal meperbuat penegakan hukum. Kita bakal membentuk satgas. Sama semacam dulu,” tutur Jenderal Tito, di Istana Negara, Jakarta, Selasa 13 September 2016.
Tito memastikan, tim satgas ini nantinya bakal bergerak tanpa diketahui oleh publik, alias senyap. Publik juga tak bakal tahu siapa saja orang yang terlibat di satgas.

Tags: #beling #dweling

halaman selanjutnya